Male Involvement Project

Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan proporsi penduduk terbesar, masih mempunyai permasalahan yang mendasar dalam hal kependudukan, keluarga berencana dan kesehatan reproduksi seperti; masih tingginya TFR (3.07) AKI, AKB, angka drop out KB serta permasalahan lainnya, sementara itu penyediaan akses layanan kesehatan yang memadai masih terbatas.

Untuk itu PKBI telah berkiprah melakukan berbagai terobosan melalui berbagai kegiatan inovatif, salah satu model program yang dikembangkan adalah Peningakatan Partisipasi Pria dalam Kesehatan Reproduksi (Male Involvement Project) yang diimplementasikan di Indramayu dan Tasikmalaya. Sebagai pilot project, program ini dilaksanakan di 3 negara yaitu; Indonesia, Myanmar dan Mongolia dengan mendapat dukungan JOICFP dan UNFPA Asia Regional Office.

Tujuan program memberikan kontribusi terhadap penurunan kasus kematian ibu maternal (AKI) dengan strategi utama bertumpu pada pengembangan model Behavior Change Communication serta penguatan sistem kelembagaan masyarakat untuk menanggulangi berbagai permasalahan yang berpengaruh pada tingginya kasus kematian ibu maternal. Strategi BCC ini dikemas dan diintegrasikan melalui kegiatan yang telah berjalan di masyarakat lokal seperti; home visit kader, pengajian rutin, radio komunitas, special event serta dukungan media KIE.

Merujuk hasil end-line survey dari Pusat Dinamika Kependudukan Universitas Padjadjaran diperoleh pencapaian output program seperti meningkatnya pengetahuan, sikap dan perilaku para suami, ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah suami yang mengantar isterinya saat pemeriksaaan kehamilan serta meningkatnya jumlah persalinan yang ditangani oleh tenaga medis.

Selain itu, indikator positif lain yaitu terkuatkannya kelembagaan masyarakat lokal melalui terbentuknya male motivator serta satgas desa untuk menangani kasus kegawatdaruratan kehamilan dan persalinan. serta terintisnya upaya pengembangan asuransi sosial berbasis masyarakat melalui Tabulin-Dasolin untuk mendukung mekanisme Askeskin. Melalui pengembangan model ini sepanjang implementasi program di 4 site desa sasaran tidak ditemukan kasus kematian ibu maternal (AKI).

Berdasarkan lesson learnt ini, PKBI merekomendasikan pendekatan model program ini bisa dilanjutkan atau direplikasi oleh pemerintah daerah melalui dukungan dana APBD seperti program akselerasi pencapaian IPM sektor kesehatan serta penguatan Desa Siaga.

Share

INFO LAYANAN