KLINIK MAWAR – KLINIK IMS KOMPREHENSIVE

(Januari – Maret – Juni – September – Desember 2012)

 PKBI Daerah  :  Jawa Barat
 Strategi Program PKBI  :  Strategi III
 Manajer / Koordinator Program  :  Nunuk Kusniati
 Sumber Dana  :  Unrestricted
 Durasi Program  :  Januari 2012 - Desember 2012
 Lokasi Program  :  Bandung Jawa Barat
 Jenis Lokasi  :  Kota ( Bandung, Cimahi, Kab. Bandung,
    Kab. Bandung Barat )
 Target Group  :  Pekerja Seks, Waria, LSL dan masyarakat
 Rentang penghasilan perbulan(rata2)  
 Jenis Kelamin  :  Laki, Perempuan
 Rentang Usia  :  3 bln - 60 th


TUJUAN UMUM (GOAL/OVERALL OBJECTIVE)
Memberikan kontribusi dalam  menurunkan prevalensi penularan IMS,HIV,AIDS melalui upaya pencegahan yang komprehensif (Penjangkauan, Layanan Klinik, VCT, MK, CST) pada populasi kunci atau kelompok risiko tinggi (pekerja seks lokalisasi, non lokalisasi, dan pelanggan) di Kota Bandung dan Sekitarnya.


RINGKASAN LAPORAN (SUMMARY)

Klinik Mawar sebagai  salah satu klinik yang mengembangkan program pelayanan  Integrasi dan komprehensif dalam Pencegahan dan Pelayanan IMS, HIV, AIDS  (BCC,  VCT, CST, home base care). Program Komprehensif tersebut memadukan penjangkauan /BCC dan   pelayanan IMS,HIV,AIDS pada kelompok risiko tinggi di Kota Bandung dan sekitarnya.  Klinik Mawar di akses oleh beberapa kelompok WPS, LSL, Waria, dan Pasangan Idu’s.

Klinik Mawar sebagai layanan komprehensif telah menjangkau kelompok risiko tinggi WPS langsung  maupun tidak langsung.  Berdasarkan Data BCC selama 1 tahun  sekitar  3923 WPS dan 955 pelanggan telah dijangkau.  Jumlah WPS yang telah mengakses layanan IMS sekitar 1092,  Jumlah tersebut  masih rendah dibandingkan dengan  WPS yang telah dijangkau. Berdasarkan  hasil pemeriksaan IMS pada WPS sekitar 99 % mereka mengalami IMS. Hal ini menunjukkan  rendahnya pemakaian kondom pada transaksi seks  (sekitar 21 % konsisten 6 bln)  dan sulit merubah perilaku mengakses layanan yang benar ( sekitar 31 %   WPS mengakses layanan Klinik yang benar  DCPA PKBI tahun 2008).   

Bedasarkan Usia  klien yang berkunjung ke Klinik Mawar pada tahun 2008 diperoleh gambaran sebagai berikut : pelayanan IMS  telah  diakses oleh klien dari usia 15-24 tahun sebanyak 50,15 % dan usia 24-49 tahun sebanyak 49,48 %. kelompok usia tersebut berasal dari kelompok risiko tinggi di kota Bandung ( WPS, SL, Waria, Idu’s).  Klien usia 15-24 tahun  telah  VCT   dan testing HIV sekirtar 42.3 %  dan Klien    usia 24-49 tahun   sekitar 57,7 %.

Klien klinik Mawar terdiri dari berbagai  kelompok usia dan kelompok komunitas  mengakses layanan IMS, HIV –AIDS, family Planing, dan Pap smear. Mayoritas  berbagai komunitas  tersebut di atas terdapat Klien remaja, hal ini menjadi perhatian klinik Mawar, karena kelompok tersebut  menjadi kelompok  yang sangat rentan terhadap IMS, HIV-AIDS .  

Kecenderungan peningkatan transmisi HIV melalui jalur seksual pada kelompok usia produktif (15 -  45 thn ) cukup tinggi, sedangkan cakupan perubahan prilaku dan  pelayanan IMS, VCT dan tes HIV pada kelompok risiko tinggi masih rendah, maka Klinik Mawar PKBI Jawa Barat   melakukan upaya untuk menekan perluasan epidemi HIV, AIDS melalui Program Penanggulangan HIV,AIDS yang komprehensif dan terpadu pada kelompok risiko tinggi dengan visi menjadi klinik berkualitas di Jawa Barat dengan menyediakan layanan komprehensif untuk KIA/KB dan kesehatan reproduksi termasuk HIV-AIDS.

Untuk dapat mencapai 3 tujuan di atas dilakukan Strategi 

 Tujuan 1


 A. Meningkatkan  kualitas SDM dan kapasitas  Klinik
 B. Peningkatan jejaring  kelembagaan dan Pengembangan  bisnis
      Development (Promosi ) dalam upaya sustainbility  Klinik.
 Tujuan 2


 C. Pendampingan populasi kunci dan penguatan masyarakat lokal dalam
      mendukung perubahan  
      prilaku dan pengobatan IMS, HIV yang benar
 Tujuan 3  D. Komunikasi Informasi Edukasi


Berdasarkan estimasi populasi beresiko Tahun 2008, Kota Bandung dan sekitarnya  memiliki faktor resiko penularan IMS, HIV,AIDS yang cukup tinggi di Propinsi Jawa Barat. Jumlah populasi risiko tinggi sebesar 58.310 orang, dimana estimasi prevalensi HIV rata rata pada sub populasi WPS sebesar 16.35 % dan WPS tidak langsung sebesar 13,25 %. Sedangkan estimasi prevalensi tertinggi terdapat pada sub populasi Penasun yang sebesar 35 % ( Data Dinkes Jabar 2008 ).

Prevalensi IMS untuk Wanita Penjaja Seks menunjukkan kecenderungan yang cukup tinggi yaitu sebesar 94,1 %. Hal ini sebagai akibat dari perilaku pemakaian kondom pada kegiatan seksual berisiko yang baru mencapai 21 % pada sub kelompok WPS (DCPA Klinik Mawar 2008 ). Sedangkan cakupan pelayanan BCC atau Komunikasi perubahan perilaku  pada kelompok Resiko tinggi masih sangat rendah.

Perilaku  WPS untuk mengakses layanan klinik IMS  68 % dengan rincian  WPS yang terbiasa mengunjungi klinik tanpa gejala sekitar 5  %, tidak konsisten 15 %, 58 % masih mencoba-coba, 24 % mempunyai kesadaran pentingnya ke klinik (data DCPA Klinik Mawar 2008 ). Melihat perilaku WPS yang masih rendah mengakses layanan IMS yang benar , maka  klinik masih perlu upaya perubahan prilaku  kesadaran komunitas terkait terhadap  prevalensi HIV yang tinggi di kelompok WPS.

Maka pada tahun 2010, klinik dengan base Pelayanan terpadu berupaya  meningkatkan kapasitas masayarakat lokal, advokasi  dan promosi kesehatan . Kegiatan ini  terpadu dalam program Kesehatan reproduksi, IMS, dan HIV AIDs.

Cakupan dan pemahaman masyarakat lokal terhadap 3 pokok hal di atas masih rendah,  selain adanya kecenderungan peningkatan transmisi HIV melalui jalur seksual  tinggi dan  cakupan WPS ke pelayanan masih rendah (STI,VCT,BCC,maupun CST). Maka Klinik Mawar  PKBI Jawa Barat berencana akan terus menanggulangi perluasan epidemi HIV, AIDS melalui Program Penanggulangan HIV,AIDS yang komprehensif dan terpadu.

Pada triwulan 1 2011, kegiatan yang dilakukan adalah penjangkauan, pelayanan kinik, training working group, mobile klinik, pelatihan konselor, dan pelatihan IMS untuk tenaga laboratorium dan bidan.

Share

INFO LAYANAN